Keesokan harinya…
Pukul 06.00, aku siap-siap untuk berangkat ke sekolah,
dengan sudah memakai baju seragam paskhara berwarna hitam panjang yang mirip
dengan baju tentara nazi, lengkap dengan topi, sepatu dan aksesorisnya. Saat
tiba di sekolah, aku langsung berkumpul dengan rekan-rekanku yang berada di
ruang tunggu sekolah.
“Hai, kalian semua udah di sini dari tadi?” tanyaku sambil
melambaikan tangan kananku
“enggak, kalo aku sih baru aja dateng, gak lama kok sebelum
kamu datang.” jawab reyna, rekanku.
“apa ini sudah terkumpul semua? Kalo udah, kita langsung
berangkat.” cakap coach Andi
“Siap… sudah”
“baiklah kalau sudah, kita langsung berangkat” kata coach
Sesampainya di tempat…
Pukul 07.08, kami baru sampai ke tempat lomba. Kami sampai
di sana 2 jam sebelum lomba dimulai. Sebelum lomba dimulai, para peserta
diwajibkan untuk mengikuti upacara pembukaan.
“kalian harus percaya diri, kalau kalian salah, biarin aja,
kalo ada yang copot, jangan diambil nanti sama kang andi. Kalian jangan
kelihatan gugup di depan juri, kasihlah dikit senyum, tapi jangan terlalu
lebar. Kalian dapat urutan ke-4.” cakap coach dengan menambahkan nasihat
“siap… kami akan memberikan yang terbaik untuk PASKHARA.”
kami menjawabnya dengan percaya diri. BANDARQQOLINE
Saat peserta pertama, kami melihat secara keseluruhan, cukup
baik. Tak sadar, ternyata tidak jauh dari tempat aku berdiri, ada teman
sekelasku, Aulia. Memang, dia rumahnya tak jauh dari situ. Aulia pun langsung
berjalan dengan pelan ke arahku dan menaggil namaku daru belakang, “sashya”.
Saat peserta ke-2 tampil, tiba-tiba muncul teman SD nya dulu.
“kamu Aulia, teman SD ku?” kata dia sambil menepuk pundak
kiri Aulia dari belakang.
“ehh… Daniel, lagi ngapain kamu di sini?”
“nungguin kakak lomba, Emang kamu, ngeliatin orang lain yang
bukan siapa-siapa kamu. kamu ke sini sendirian?”
“ya enggak lah, ditemenin temanku. Oh iya sash, ini Daniel,
teman, eh… tunggu emang kita teman ya?”
“heeehh… terserah kamu deh mau anggap aku teman, orang tidak
dikenal, sahabat, saudara, terserah.” jawabnya dengan sedikit ketus
“iihh… aku hanya bergurau lah, jangan dianggap serius.”
“Aulia, ini siapa? Kakak atau teman?”
“ini Sashya, temanku”
“Hai, aku Daniel, teman Aulia saat SD. Kamu peserta lomba?
Urutan ke berapa? Dari sekolah mana? Aku SMPN 13 bdg, ” kata daniel sambil
tersenyum dan menatapku
“iya. Urutan ke-4 dari SMP 3.” ucapku
Saat pasukanku, dipanggil untuk tampil selanjutnya, aku
pamit ke Aulia dan temannya. Saat aku akan pergi, tangan kananku dipegang oleh
dia hanya untuk mengucapkan, “Semoga Sukses!”
Saat setelah pasukanku tampil aku pun langsung berjalan
menuju ke Aulia dan Daniel.
“hai, eh pas aku tadi tampil gimana? Bagus atau enggak?”
ucapku dengan tersenyum
“wihh… tadi, pas kamu tampil itu benar-benar perfect
banget.” kata Daniel
“terima kasih”
Aulia pun seperti yang memberikan kami ruang kosong dengan
meninggalkanku dan Daniel. Aku pun mencagahnya pergi dengan menarik tangan
kanannya. Daniel pun menyuruhku untuk membiarkan Aulia pergi. Aku tidak tahu
bagaimana cara menolaknya, tapi ya sudah aku melepaskan Aulia untuk pergi. AGENCAPSAONLINE
“emm… panas nih di sini, kita berteduh yuk di bawah pohon
itu!” kata Daniel dengan memulai pembicaraan
Aku terdiam seribu bahasa, aku hanya bisa menganggukkan
kepala. Dan berjalan menuju pohon itu.
“Daniel, kakak kamu peserta ke berapa? Apa nama pasukannya?”
“ke-6. Nama pasukannya Brigaspara.”
“ohh… yang sekarang lagi tampil bukan?”
“biarlah bodo amat”
“kamu tuh gak boleh gitu, itu adalah kakak kamu Daniel.”
Dia pun tersenyum kepadaku dan dia hanya bisa menghela nafas
dengan pelan.
Setelah semua peserta tampil, juri pun mengumumkan juara.
“Tak kuduga, ternyata pasukan kami mendapatkan peringkat
pertama dan mendapatkan gelar pasukan terbaik.”
Danton pasukan kami pun maju ke depan untuk penyerahan
piala.
“sash, selamat ya atas keberhasilan kamu dan pasukan kamu”
kata daniel
“iya terima kasih, dan selamat juga ya untuk kakak kamu
untuk juaranya.”
“oh iya makasih”
Tak lama setelah lomba selesai, turun hujan dengan
intensitas ringan
“yah, ujan. Aku pulang dulu ya.” kataku
“emang rumah kamu di mana?”
“aku ngekost di daerah jalan Cihampelas.”
“kamu anak kost? Kamu tinggal sendiri? Orangtua kamu di
mana?”
“iya aku anak kost, aku tinggal sendiri, mamaku tinggalnya
di Jakarta bersama papaku”
“pulang bareng aja, karena rumahku juga di dekat-dekat situ
juga. Kita tunggu taksi di depan aja.”
“gak ah, aku pulang mau jalan kaki aja. Lagi pula gak
terlalu jauh kok dari sini dan gak enak kita kan baru kelas 7 SMP, nanti kita
disangka pacaran. Oh iya kakak kamu mana?”
“kakak aku udah pulang bareng sama temannya.”
“kita pulang ujan-ujanan yah karena aku suka hujan.”
“baiklah, apa kamu hanya suka hujan?”
“iya aku hanya suka hujan”
“kalo aku, kamu suka gak?”
“tadi kamu bilang apa?”
“oh enggak, tadi aku bilang rame juga ya ujan-ujanan”
“owwhh…”
“nah sampai deh di kostan aku, hati-hati di jalan ya dan
semoga kamu gak sakit deh. Aku masuk dulu ya.”
Keesokan harinya…
Aku sekolah seperti biasa, menurutku tidak ada yang spesial
dari hari itu. Saat bell pulang berbunyi, aku pun biasa langsung turun dari
lantai 3 ke lantai dasar dengan tangga sebelah barat bersama nabila dan dini.
Saat dekat gerbang sekolah, di situ aku melihat Daniel di dekat pohon,
menurutku kelihatannya Daniel sedang menunggu seseorang. QQDOMINOONLINE
“Sash” kata seseorang yang berada di arah jarum jam 10.
ternyata, yang memanggilku adalah Daniel, anak smp 13. Aku pun langsung
terkejut mengapa Daniel ada di sini, dan mengapa dia memanggil namaku.
“Sash,” kata dia
Aku tidak menghiraukan dia, dan terus berjalan. Karena
kukira itu adalah halusinasiku.
“sashya, apa kamu tuli atau pura-pura tuli sih?” teriak dia
Aku langsung memalikan kepalaku dan melihat dia.
“sash mau pulang bareng lagi gak?”
Sontak itu pun mengundang celotehan sahabat-sahabatku, dini
dan nabila. Mereka pun teriak “hmm.. Uhhuokkh.. uuooohhh… cieee… ciee… Sashya,
siapa tuh? temen, gebetan atau pacar nih?”
“halo, namaku Daniel, aku adalah anak smp 13. Kalian teman
sashya ya, salam kenal.” cakap Daniel
“ohh… daniel, pacarnya sashya ya?” kata dini
“bukan, saya dan sashya belum pacaran”
“apa, BELUM? kok belum sih, kita kan GAK pacaran, kita cuma
teman biasa, daniel.”
“iya, sebenarnya kita hanya teman biasa, untuk sekarang ini.
Tapi kedepannya sih gak tau?”
“eee… aku mau pulang duluan ya, lagi pula ini sudah sore.
Bye”
“sash, tunggu donk katanya mau pulang bareng”
“makanya cepet donk jalannya! Nah nanti di depan kita naik
angkot ya”
“jangan naik angkot, kita naik taksi aja. Ada kok taksi
langgananku dan aku deh yang bayar.” bujuk dia dengan senyuman manisnya
“baiklah, tapi untuk kali ini saja.”
Kami pun pulang menggunakan taksi
Saat di perjalanan pulang, aku mengeluarkan handphone dari
tasku. Daniel pun juga mengeluarkan handphonenya dari tasnya. Daniel memintaku
untuk bertukar handphone sebentar. Ternyata, Daniel melihat chat-chatku dengan
beberapa orang laki-laki. Dia pun melihat salah satu kontak yaitu chatku dengan
kak Almas. Kurasa, dia tiba-tiba geram, karena melihat chatku dengan kak almas. AGENPOKER
“sash, apa kamu pernah ditembak seseorang? dan seseorang itu
bernama Almas.”
“loh kok kamu bisa tahu ada yang pernah nembak aku, namanya
kak almas.”
“ya lihat di chat kamu lah sama yang namanya almas itu”
“terus kenapa? Ada yang salah? Atau jangan-jangan kamu
cemburu ya?”
“kalau aku cemburu, emang kenapa? Gak akan ngubah apa-apa
kan.”
“ehh… daniel, aku berhenti di depan ya, aku mau beli novel
dulu di gramedia.”
“aku temenin deh”
Aku dan Daniel pun turun dari taksi dan langsung masuk ke
toko buku gramedia. Ternyata, tak jauh dari situ, teman dia lagi mau membeli
buku di situ melihat Daniel sedang bersamaku.
“nis, apa kamu nisa?” tanya Daniel
“eh Daniel, sama siapa tuh kamu ke sini?”
“oh dia, namanya sashya, anak smp 3”
“teman atau pacar nih Daniel?”
“gak tau nih masih belum jelas”
“maksud kamu itu apa? Kamu bilang MASIH BELUM JELAS?”
“maksudnya adalah apa kamu mau jadi kekasihku?”
“what? Daniel kamu itu ngomong apa sih?”
“aku tadi ngomong, APA KAMU MAU JADI KEKASIHKU?”
“kamu jangan ngomong keras-keras donk, nanti orang denger.”
“maaf…” QQDOMINOONLINE

